Great song from Britney Spears
•October 20, 2009 • Comments OffJARINGAN PERPUSTAKAAN & KERJASAMA PERPUSTAKAAN
•April 12, 2009 • 1 CommentJaringan perpustakaan merupakan suatu sistem hubungan antar perpustakaan, yang diatur dan disusun menurut berbagai bentuk persetujuan yg memungkinkan komunikasi dan pengiriman secara terus-menerus informasi bibliografis maupun informasi-informasi lainnya, baik berupa bahan dokumentasi maupun ilmiah.Selain itu, jaringan perpustakaan menyakut pertukaran keahlian, menurut jenis dan tingkat yg telah disepakati. Jaringan ini biasanya berbentuk organisasi formal, terdiri atas 2 perpustakaan atau lebih, dengan tujuan yg sama. Untuk mencapai tujuan tersebut disyaratkan untuk menggunakan teknologi telekomunikasi
dan komputer atau TI.
Dengan adanya jaringan perpustakaan ini maka kerjasama perpustakaan dapat berjalan lebih maksimal. Manfaat lain dengan adanya jaringan perpustakaan ini menurut Henderson (1998:98) antara lain :
a) menyediakan akses yang cepat dan mudah meskipun melalui jarak jauh,
b) menyediakan akses pada informasi yang terbatas dari berbagai jenis sumber,
c) mampu menyediakan informasi yang lebih mutakhir yang dapat digunakan secara fleksibel bagi pemakai sesuai kebutuhannya,
d) memudahkan format ulang dan kombinasi data dari berbagai sumber.
KERJASAMA PERPUSTAKAAN
Kerjasama perpustakaan merupakan kerjasama yang melibatkan dua perpustakaan atau lebih. Kerjasama ini diperlukan karena tidak satupun perpustakaan dapat berdiri sendiri dalam arti koleksinya mampu memenuhi kebutuhan informasi pemakainya. Adanya faktor yang mendorong kerjasama perpustakaan ialah :
a) Meluasnya kegiatan pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar hingga ke Perguruan Tinggi mendorong semakin banyaknya dan semakin beranekannya permintaan pemakai yang dari hari-ke hari semakin banyak memerlukan informasi.
b) Kemajuan dalam bidang teknologi dengan berbagai dampaknya terhadap industri dan perdagangan.
c) Berkembangnya teknologi informasi, terutama dalam bidang komputer dan telekomunikasi, memungkinkan pelaksanaan kerjasama berjalan lebih cepat dan lebih mudah bahkan mungkin lebih murah.
d) Tuntutan masyarakat untuk memperoleh layanan informasi yang sama.
e) Kerjasama memungkinkan penghematan fasilitas, biaya, tenaga manusia, dan waktu. Hal ini amat mendesak bagi negara berkembang seperti Indonesia dengan keterbatasan dana bagi pengembangan perpustakaan.
Adapun bentuk kerjasama perpustakaan yang lazim dikenal diantaranya :
1. Kerjasama Pengadaan
Ada dua metode untuk melaksanakan kerjasama pengadaan dan simpan bersama ini yaitu :
a. Metode spesialisasi subjek.
Pada metode ini perpustakaan mengkhususkan diri dalam subjek pilihan masing-masing.
Keuntungannya penentuan lokasi subjek yang dimiliki masing-masing perpustakaan manjadi amat mudah, akan tebuka kemungkinan antarpinjam yang lebih cepat dan pengarahan yang lebih cepat pula bagi pembaca koleksi khusus, dan perpustakaan lebih mampu menerbitkan bibliografi yang berkaitan dengan subjek khusus masing-masing perpustakaan.
b. Metode pengadaan khusus untuk pustaka tertentu.
Pada metode ini peserta meninjau buku yang belum dipesan oleh kelompok perpustakaan atau bersepakat untuk menentukan perpustakaan yang bersedia membeli buku yang mahal namun sedikit digunakan untuk kepentingan bersama.
2. Kerjasama Pertukaran dan Redistribusi
Tujuan kerjasama ini adalah meningkatkan dan memperluas sumber koleksi yang telah ada dengan biaya sekecil mungkin. Cara pertukaran maupun redistribusi yang dapat digunakan sebagai cara untuk menambah koleksi perpustakaan dapat dilakukan dengan dua cara. Cara pertama adalah pertukaran publikasi badan induk dengan badan lain yang bergerak di bidang yang sama tanpa perlu membeli dan juga untuk memperoleh publikasi yang tidak dijual untuk umum atau untuk memperoleh bahan pustaka yang sulit dilacak atau sulit dibeli malalui toko buku.
3. Kerjasama Pengolahan
Perpustakaan bekerjasama umtuk mengolah bahan pustaka. Biasanya pada perpustakaan universitas dengan berbagai cabang atau perpustakaan umum dengan cabang-cabangnya.
4. Kerjasama Pemyediaan Fasilitas
Dalam bentuk ini perpustakaan bersepakat bahwa koleksi mereka terbuka bagi anggota perpustakaan lain. Umumnya kerjasa ini dilakukan oleh perpustakaan perguruan tinggi.
5. Kerjasama Peminjaman Antar Perpustakaan
Dalam bentuk ini, perpustakaan boleh meminjam dan meminjamkan koleksinya ke perpustakaan lain. Bentuk ini merupakan bentuk kerjasama perpustakaan yang paling dikenal masyarakat. Dalam hal ini, peminjaman dilakukan oleh perpustakaan dan atas nama perpustakaan.
6. Kerjasama Antar Pustakawan
Sebenarnya kerjasama jenis ini lebih merupakan kerjasam antara pustakawan untuk menerbitkan berbagai masalah yang dihadapi pustakawan. Bentuk kerjasama ini dapat berupa penerbitan buku panduan untuk pustakawan, pertemuan antarpustakawan, atau kursus penyegaran untuk pustakawan. Pendeknya bentuk kerjasama ini lebih mengarah ke bentuk kerjasama profesi.
7. Kerjasama Pemberian Jasa Informasi
Kerjasama ini contohnya silang layan yang merupakan kerjasama antar perpustakaan dalam pemberian jasa informasi. Kerjasama ini melibatkan semua sumber daya yang ada di perpustakaan. Jadi, tidak terbatas pada pinjaman antar perpustakaan saja.
JARINGAN INFROMASI
Jaringan informasi (infromation network) adalah suatu sistem terpadu dari badan-badan yang bergerak dalam bidang pengolahan informasi, seperti perpustakaan, pusat dokumentasi, pusat analisis informasi, dan pusat informasi dengan tujuan meyediakan pemasukan data yang relevan tanpa memperhatikan bentuk maupun asal data untuk keperluan masyarakat pemakai. Secara umum jaringan informasi dapat dibagi menjadi :
1. Jaringan informasi yang berorientasi pada satu atau beberapa bidang,
2. Jaringan infromasi yang berorientasi pada suatu tugas atau misi,
3. Jaringan infromasi yang berorientasi pada suatu bidang khusus (misalnya jarinagn infromasi eksakta, ilmu alam, teknologi, ilmu-ilmu sosial, dan lintas bidang).
Sumber pustaka :
http://digilib.itb.ac.id/index.php
http://cisral.unpad.ac.id/default.aspx
http://himaipiuwks.multiply.com/journal/item/5/TEKNOLOGI_INFORMASI_DAN_KOMUNIKASI_KONSEP_DAN_PERKEMBANGANYA
Sulistyo Basuki, Pengantar Ilmu Perpustakaan. 1993. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
KONSEP DAN PERENCANAAN DALAM AUTOMASI PERPUSTAKAAN DIGITAL
•April 12, 2009 • Leave a CommentCakupan Dari Automasi Perpustakaan
1. Pengadaan koleksi
2. Katalogisasi, inventarisasi
3. Sirkulasi, reserve, inter-library loan
4. Pengelolaan penerbitan berkala
5. Penyediaan katalog (OPAC)
6. Pengelolaan anggota
Cara Mengenali Referens
Layanan referens tidak termasuk dalam bagian yang terintergasi dari suatu sistem automasi perpustakaan, namun yang lebih penting adalah penyediaan teknologi informasi yang digunakan dalam layanan referens. Layanan informasi referens dikembangkan dengan menyediakan koleksi dalam bentuk digital yang dikemas dalam CD-ROM dan akses informasi kejaringan luar (LAN,WAN, Internet)
Peran Internet
1. Untuk mengakses informasi multimedia dalam resource internet.
2. Sarana telekomunikasi dan distribusi informasi.
3. Untuk membuat homepage, penyebarluasan katalog dan informasi.
Peran CD-ROM
1. Mempercepat akses informasi multi media baik itu berupa abstrak, indeks, bahan full text, dalam bentuk digital tanpa mengadakan hubungan ke jaringan komputer.
2. Media Back up/cadangan data perpustakaan dan sarana koleksi referens bagi perpustakaan lain.
Unsur-unsur Automasi Pepustakaan
1. Pengguna (users)
Pengguna merupakan unsur utama daalm sebuah sistem automasi perpustakaan. Dalam pembangunan sistem pepustakaan hendaknya selalu dikembangkan melalui konsultasi dengan pengguna-penggunanya yang meliputi pustakawan, staf yang nantinya sebagai operator atau teknisi serta para anggota perpustakaan.
2. Perangkat Keras (Hardware)
Komputer adalah sebuah mesin yang dapat menerima dan mengolah data menjadi informasi secara cepat dan tepat. Pendapat lain mengatakan bahwa komputer hanya sebuah komponen fisik dari sebuah sistem komputer yang memerlukan program untuk menjalankannya.
Kecenderungan perkembangan komputer:
a) Ukuran fisik mengecil dengan kemampuan yang lebih besar
b) Harga terjangkau (murah)
c) Kemampuan penyimpanan data berkapasitas tinggi
d) Transfer pengiriman data yang lebih cepat dengan adanya jaringan
3. Perangkat Lunak (Software)
Perangkat lunak diartikan sebagai metode atau prosedur untuk mengoperasikan komputer agar sesuai denagn permintaan pemakai. Di perpustakaan software yang dikenal antara lain CDS/ISIS, WINISIS, yang mudah didapat dan gratis freeware dari Unesco atau dari beberapa peguruan tinggi sekarang telah banyak membuat dan mengembangkan sistem perpustakaannya sendiri seperti SIPUS 2000 di UGM, Sipisis di IPB.
4. Network/Jaringan
Jaringan komputer telah menjadi bagian dari automasi perpustakaan karena perkembangan yang terjadi di dalam teknologi informasi sendiri serta adanya kebutuhan akan pemanfaatan sumber daya bersama melalui teknologi. Komponen perangkat keras jaringan antara lain: komputer sebagai server dan klien, Network Interface Card (LAN Card terminal kabel), jarinagn telpon atau radio, modem.
Hal yang harus diperhatikan dalam jaringan komputer adalah:
a) Jumlah komputer serta ruang lingkup dari jaringan (LAN, WAN).
b) Lokasi dari hardware : komputer, kabel, panel distribusi, dan sejenisnya.
c) Protokol komunikasi yang digunakan.
d) Menentukan staf yang bertanggung jawab dalam pembangunan jaringan.
5. Data
Data yang merupakan bahan baku dari informasi, dapat didefinisikan sebagai kelompok teratur simbol-simbol yang mewakili kuantitas, fakta, tindakan, benda, dan sebagainya. Data terbentuk dari karakter, dapat berupa alfabet, angka, maupun simbol khusus seperti *, $ dan /. Data disusun mulai dari bits, bytes, field, record, file, dan database.
Sistem informasi menerima masukan data dan instruksi, mengolah data tersebut sesuai instruksi, dan mengeluarkan hasilnya. Fungsi pengolahan informasi sering membutuhkan data yang telah dikumpulkan dan diolah dalam periode waktu sebelumnya, karena itu ditambahakan sebuah penyimpanan data file (data file storage) ke dalam model sistem informasi. Denagn begitu, kegiatan pengolahan tersedia baik bagi data baru yang telah dikumpulkan dan disimpan sebelumnya.
Misi dan Objektif Perpustakaan Digital
Terdapat beberapa isu penting yang menyebabkan perpustakaan digital itu dibangun:
1. Mendigitasikan sebanyak mungkin bahan untuk diletakkan di internet.
2. Memperoleh sebanyak mungkin maklumat digital terus dari penerbit.
3.Menorganisasikan (termasuk pengkatalogan dan pengindeksan) maklumat itu.
OPAC (Online Public Access Catalogs)
OPAC merupakan pengkatalogan buku-buku di perpustakaan besar secara berkomputer. Kepopulerannya berkembang sehingga kini makin banyak perpustakaan di negara lain sudah memasukkan OPAC masing-masing di internet.
Pengertian Online Public Access Catalogs
Dalam suatu perpustakaan, katalog merupakan salah satu alat untuk menemukan kembali koleksi pustaka. Sekarang katalog tidak saja dibuat dalam bentuk kartu, tetapi juga dalam bentuk digital. Katalog dalam bentuk digital biasanya disimpan dalam hard disk komputer atau media penyimpanan lainnya, seperti disket, CD-ROM, dan DVD. OPAC bekerja bedasarkan konsep jaringan.
Beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan OPAC adalah:
1. Pengguna dapat mengakses secara langsung ke dalam pangkalan data yang dimiliki perpustakaan
2. Mengurangi beban biaya dan waktu yang diperlukan dan yang harus dikeluarkan oleh pengguna dalam mencari informasi
3. Mengurangi beban pekerjaan dalam pengelolaan pangkalan data sehingga dapat meningkatkan efisiensi tenaga kerja
4. Mempercepat pencarian informasi
5. Dapat melayani kebutuhan informasi masyarakat dalam jangkauan luas
Sistem OPAC
Dalam sistem OPAC terdapat kegiatan pemasukan data dan validasi atau pengecekan data yang dimasukkan ke dalam basis data. Apabila ada kesalahan atau keraguan, data dapat dilacak berdasarkan nama pengolah, pemasuk data, dan tanggal pemasukan yang tercantum pada formulir. Dengan menggunakan formulir, pemasukan data menjadi lebih cepat dan fisik bahan pustakanya dapat segera diproses sebagaimana mestinya sehingga dapat segera dipamerkan dan digunakan di unit sirkulasi.
Sistem OPAC yang dikembangkan di PUSTAKA adalah sistem layanan informasi melalui LAN dan WAN, namun karena masih ada keterbatasan, sistem yang dibangun baru pada tahapan LAN. Layanan melalui WAN dilakukan dengan memanfaatkan media internet, sehingga pengguna dapat langsung mengakses informasi dari server pangkalan data. Layanan melalui LAN lebih ditujukan untuk penguna yang langsung datang ke perpustakaan.
Manajemen Layanan Perpustakaan Berbasis Teknologi Informasi
Salah satu fungsi vital perpustakaan adalah bagaimana cara menarik lebih banyak pengguna perpustakaan, bagaimana menolong pengguna mencari dan mendayagunakan item dan fasilitas perpustakaan dengan kesulitan yang minimal, serta menginformasikan item dan layanan baru, membangkitkan minat baca dan belajar dan menjangkau masyarakat luas tanpa kendala geografis.
Kesimpulan
Jumlah pengguna OPAC di PUSTAKA dari kalangan peneliti lebih rendah dibandingkan dengan mahasiswa. OPAC sangat membantu pengguna menemukan koleksi yang diperlukan. Pangkalan data OPAC mudah digunakan dan memepercepat penelusuran. Subjek bidang tanaman pangan menempati peringkat permintaan tertinggi, diikuti oleh tanaman perkebunan, hortikultura, dan teknologi pascapanen.
Pengguna OPAC merasa cukup nyaman dalam menggunakan komputer OPAC dan kondisi ruang pelayananan didukung dengan tata letak komputer yang tepat. Tampilan aplikasi di monitor cukup menarik dan hurufnya jelas. Pengguna merasa puas melakukan pencarian dengan menggunakan OPAC apalagi jika kualitas data yang ada, ditingkatkan.
Layanan imformasi pustaka sudah cukup memadai apalagi jika perangkat kerasnya ditingkatkan. Pustakawan atau petugas pelayanan yang ada sudah cukup memadai, namun untuk mengantisipasi perkembangan dan tuntutan pengguna, kapasitas dan kuantitasnya perlu dikembangkan. PUSTAKA tidak meminjamkan koleksi pada pengguna. Namun sejalan dengan perkembangan dan tuntutan pengguna, kebijaksanaan ini perlu diubah dengan meminjamkan koleksi kepada kalangan tertentu, seperti peneliti dan penyuluh untuk mempermudah pengendalian.
SISTEM LAYANAN PERPUSTAKAAN DIGITAL SEBAGAI PENERAPAN PERPUSTAKAAN BERBASIS TEKNOLOGI
•April 12, 2009 • Leave a CommentPerkembangan teknologi dan informasi di era globalisai sekarang ini, memang telah membawa banyak perubahan pada hal-hal yang berhubungan dengannya. Tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan teknologi, mau tidak mau harus merubah tempat tersimpannya sebuah informasi, salah satunya adalah perpustakaan.
Perkembangan selanjutnya, baik bahan pustaka maupun teknik operasional telah mengalami pergeseran.
Perpustakaan Elektronik (electronic Library)
Konsep perpustakaan elektronik sangat penting karena bahan pustaka berkembang dan tersedia dalam bentuk terbacakan mesin (machine-readible), pemakai akan lebih berminat untuk mengakses. Saat ini perpustakaan telah mulai menjadi perpustakaan elektronik dan digital.
Kehadiran bahan pustaka elektronik dan digital, menunjukkan prospek perubahan yang radikal dalam sarana (alat) pelayanan perpustakaan. Berbeda dengan bahan kertas dan bentuk mikro, bahan perpustakaan elektronik dan digital memungkinkan ketersediaannya untuk dapat:
a.Dipakai (akses) jarak jauh.
b.Dipakai lebih dari satu orang pada waktu yang bersamaan.
c.Dipakai untuk lebih dari satu kepentingan.
Di dalam proses perkembangannya, ada masa transisi antara tipe perpustakaan tradisional yang berbasis koleksi cetak (hard copy) dan tipe perpustakaan baru berbasis informasi elektronik yang dikenal dengan perpustakaan hibrida (the hybrid library)
SISTEM PENELUSURAN TERPASANG (ONLINE SEARCHING)
Berbagai pangkalan data yang tersedia dapat diakses dengan sistem terpasang. Secara sedehana, sistem terpasang merupakan sistem yang memungkinkan pengaksesan pangkalan data oleh seorang pemakai dengan menggunakan bantuan terminal atau mikro komputer dengan bantuan modern.
Untuk dapat mengakses pangkalan data, maka para pemakai harus menggunakan kata sandi. Kata sandi tersebut diperoleh bila antara pemakai dengan pangkalan data tersebut tercapai suatu kesepakatan. Bagi pangkalan data, bisnis kesepqakatan ini diperoleh melaliu kontrak. Biasanya kontrak ini berlangsung 1 tahun.
Sistem terpasang yang terdapat di Indonesia adalah :
a)Sambungan Komunikasi Data Paket (SKDP) ditawarkan oleh PT Indosat sejak tahun 1983. Belum banyak peminatnya dari kalangan pustakawan.
b)Berbagai pangkalan data bibliografi di Inggris maupun Amerika seperti Dialog, SDS, Lexis.
Penelusuran terpasang telah dilakukan oleh PDII-LIPI bekerja sama dengan The British Council. Proyek kerjasaam ini disebut BISTINFOS (British Science and Tehcnology Information System). Pemakau dapat menelusuri berbagai pangkalan data yang terdapat di Inggris. Perpustakaan American Cultural Center di Jakarta juga menawarkan fasilitas penelusuran terpasang khusus untuk pangkalan data hukum seperti LEXIS, NEXIS, WESTLAW, serta terbitan U.S. Congress.
KONSEP PERPUSTAKAAN DIGITAL
•November 15, 2008 • 1 CommentKONSEP PERPUSTAKAAN DIGITAL
- Perpustakaan digital merupakan perpustakaan yang menciptakan sumber-sumber digital yang berasal dari dari koleksinya sendiridan menyediakannya untuk dapat diakses secara online untuk para pengguna virtual).
- Perpustakaan digital berbeda dengan system temu kembali informasi (Information Retrieval System) karena perpustakaan digital mencakup lebih banyak jenis media, menyediakan kegunaan dan layanan tambahan dan mencakup jenis-jenis lain dari siklus hidup informasi, dari penciptaan hingga penggunaan.
- Perpustakaan digital adalah koleksi sumber-sumber elektronik yang menyediakan akses langsung atau tidak langsung kepada koleksi dokumen yang diolah secara sistematis.
- Perpustakaan digital adalah koleksi dokumen dalam bentuk elektronik yang terorganisir, tersedia baik di internet maupun CD-ROM. Pada internet, penggunasebuah perpustakaan digital ditingkatkan dengan koneksi yang lebih luas.
- Perpustakaan digital adalah sarana untuk mengelola pengetahuan / informasi dalam format digital yang memungkinkan antarmuka pengguna secra interaktif dan mendukung pengajaran, riset dan pendidikan seumur hidup.
KUNTUNGAN PERPUSTAKAAN DIGITAL
- Perpustakaan digital secara ekonomis lebih menguntungkan dibandingkan dengan perpustakaan tradisional.
- Institusi dapat berbagi koleksi digital.
- Koleksi digital dapat mengurangi kebutuhan terhadap bahan cetak pada tingkat lokal.
- Penggunaannya akan meningkatkan akses elektronik.
- Nilai jangKa panjang koleksi digital akan mengurangi biaya berkaitan dengan pemeliharaan dan penyampainnya.mudah dalam mengakses, memproduksi, dan menyebarkannya.
- mendukung program pendidikan jarak jauh.
- Mudah, cepat, murah dengan jangkauan dunia.
KEBIJAKAN SELEKSI GUNA MENDUKUNG PENGEMBANGAN KOLEKSI
•November 13, 2008 • Leave a CommentKEBIJAKAN SELEKSI GUNA MENDUKUNG KEGIATAN PENGEMBANGAN KOLEKSI
Untuk memenuhi kebutuhan bagi masyarakat pemakai, perpustakaan harus mampu yang namanya, mengkaji / mengenali siapa masyarakat pemakainya dan informasi apa yang diperlukan, mengusahakan tersedianya jasa pada saat diperlukan, serta mendorong pemakai untuk menggunakan fasilitas yang telah disediakan oleh perpustakaan. Dengan adanya aktivitas kebijakan seleksi akan dapat membantu perpustakaan dalam mengidentifikasi rekaman informasi yang ada di dalam perpustakaan itu sendiri.
Pengembangan koleksi merupakan proses memastikan bahwa kebutuhan informasi dari para pemakai akan terpenuhi secara tepat waktu dan tepat guna ( efisien-efektif ) dengan memanfaatkan sumber-sumber informasi yang dihimpun oleh perpustakaan. Sumber-sumber informasi tersebut harus dikembanngkan sebaik-baiknya sesuai dengan kondisi perpustakaaan dan masyarakat yang dilayani. Dalam hal ini kebijakan seleksi menjadi asfek utama dalam pengembangan koleksi.
KEBIJAKAN SELEKSI
Secara umum seleksi diartikan sebagai tindakan, cara, atau proses memilih. Dalam hubungannya dengan pengembangan koleksi seleksi merupakan kegiatan yang menyangkut perumusan kebijakan dalam memilih dan menentukan bahan pustaka mana yang akan diadakan serta metode-metode apa yang akan diterapkan kepada koleksi tersebut. Kebijakan seleksi sendiri harus mampu dalam mengkomunikasikan tujuan dan kebijakan pengembangan koleksi itu sendiri.
-
Prinsip Seleksi
Persoalan yang sangat penting dalam seleksi ialah menetapkan dasar pemikiran atau strating point umtuk kegiatan ini. Perpustakaan akan menetukan pilihan apakah mengutamakan kualitas( nilai intrinsik bahan pustaka ) ataukah mengutamakan penggunaan ( bahan pustaka yamg akan digunakan atas permintaan pemakai ). Dalam hal ini peran seorang pustakawan adalah sangat besar, karena menyeleksi suatu bahan pustaka adalah tidak gampang, butuh keahlian dan pengetahuan yang tidak sedikit.
-
Pandangan Tradisional
Prinsip ini mengutamakan nilai intrinsik untuk bahan pustaka yang akan dikoleksi perpustakaan. Titik tolak yang mendasari prinsip ini ialah pemahaman bahwa perpustakaan merupakan tempat untuk melestarikan warisan budaya dan sarana untuk mencerdaskan masyarakat. Apabila dinilai tidak bermutu, bahan pustaka tidak akan dipil untuk diadakan.
-
Pandangan Liberal
Prioritas pemilihan didasarkan atas popularitas. Artinya, kualitas tetap diperhatikan, tetapin dengan lebih mengutamakan pemilihan karena disukai dan banyak dibaca atau mengikuti selera masyarakat pemakai.
-
Pandangan Pluralistik
Prinsip yang dianut pandangan ini berusaha mencari keselarasan dan keseimbangan diantara kedua pandangan tersebut, baik tradisional maupun liberal.
-
Kriteria Seleksi
Apaun kriteria yang ditetapkan oleh suatu perpustakaan, criteria seleksi tersebut harus ditungkan secara jelas dalam kebijakan pengembangan koleksi. Hal ini tentu saja memudahkan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul. Misalnya, mengapa bahan pustaka tertentu harus dipilih? Kriteria itu dapat menjadi pegangan dalam mempertimbangkan nilai intrinsic bahan pustaka.
David Spiller (1982 : 83-90) mengungkapkan secara umum kriteria-kriteria yang diterapkan dalam seleksi, yaitu :
-
Tujuan, Cakupan, dan kelompok Pembaca
Bahan pustaka yang akan dipilih hrus mempertimbangkan secara sungguh-sungguh kesesuaiannya dengan tujuan, cakupan, dan kelompok pembaca.
-
Tingkatan Koleksi
Tingkatan koleksi menjadi salah satu faktor utama untuk menentukan koleksi tertentu. Tingkatan mana yang diprioritaskan dapat berbeda antara satu perpustakaan dengan perpustakaan lain. Dasar perbedaan ini dapat ditimbulkan oleh adanya tipe perpustakaan yang berbeda-beda.
-
Otoritas dan Kredibilitas Pengarang
Otoritas pengarang harus ditentukan secermat-cermatnya. Jika pengarang bukan pakar yang dikenal dalam bidangnya, kualifikasinya dalam penulisan buku harus diteliti dengan baik.
-
Harga
Harga publikasi dapat diketahui melalui bibliografi. Namun, untuk mengetahui nilai intrinsic sebuah buku hanya dapat dinilai lewat buku itu sendiri. Selektor perlu mempertimbangkan secara bertabggung jawab ketika memutuskan pemilihan bahan pustaka di atas harga rata-rata. Apakah sangat dibutuhkan dan akan banyak digunakan atau tidak.
-
Kemutakhiran
Data tentang tanggal penerbitan bahan pustaka tetap perlu direvikasi. Penerbitan bahan pustaka tertentu mungkin saja diterbitkan beberapa tahun setelah penelitian sehingga nilai intrinsik dan kemutakhirannya berkurang.
-
Penyajian Fisik Buku
Penampilan fisik buku-buku dapat mempengaruhi keputusan seleksi. Bahan pustaka seharusnyalah bersih, rapi, dan dapat dibaca.
-
Struktur dan Metode Penyajian
Pustakawan dengan latar belakangsubjek tertentu biasanya dapat memperoleh gam,baran tentang struktur buku melalui daftar isi.
-
Indeks dan Bibliografi
Keberadaan bibliografi dan indeks sebuah buku dapat diketahui secara jelas lewat entri dalam bibliografi nasional. Meskipun demikian, kualitas bibliografi dan indeks akan dapat ditentukan secara tepat apabila langsung diperiksa dan dilihat pada buku itu sendiri. Catatan kaki dan daftar rujukan bias memperkuat klaim keaslian penelitian.
KELOMPOK PEMBACA
Ketika informasi dapat diakses oleh masyarakat diseluruh dunia, maka informasi tersebut seakan-akan menjadi kebutuhan yang berkembang dengan pesatnya. Apalagi dengan adanya internet membuat pemenuhan terhadap informasi tersebut menjadi sangat mudah dan cepat. Kemudahan mengakses berbagai informasi ini banyak dimanfaatkan dan banyak pula disalah gunakan oleh para user. Oleh karena itu kebijakan seleksi sangat diperlukan dalam pemenuhan informasi kepada masyarakat.
Pustakawan harus melihat dari kelompok pembaca yang dilayani dan yang memanfaatkan sumber informasi tersebut. Pustakawan sebagai selektor harus memiliki kriteria tertentu terhadap bahan koleksi yang akan mereka lanyangkan kepada masyarakat pengguna informasi tersebut yang dapat ditinjau dari berbagai sudut, antara lain :
-
Usia Kelompok Pembaca
Selektor harus memiliki pengetahuan dalam menentukan bahan pustaka mana yang boleh dan tidak boleh dilayangkan kepada pembaca dengan memprediksi kesesuaian bahan pustaka tersebut dengan usia pembaca.
-
Pendidikan Kelompok Pembaca
Seorang selektor harus memprediksi kesesuaian suatu bahan pustaka dengan pendidikan kelompok pembaca, karena beberapa kalangan pembaca tentu memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Tentu sangat tidak mungkin seseorang yang memilikki latar belakang pendidikan social disuguhi bahan pustaka yang berhubungan dengan bidang kedokteran.
-
Keterbatasan Fisik Kelompok Pembaca
Selektor harus mampu menyeleksi bahan-bahan pustaka yang dibutuhkan oleh kelompok pembaca yang memiliki keterbatasan fisik. Misalnya dengan menyediakan bahan-bahan pustaka bagi saudara-saudara kita yang Tuna Netra.
-
Gender Kelompok Pembaca
Seorang selektor harus mampu menyeleksi bahan-bahan pustaka dengan mellihat sudut pandang Gender kelompok pembaca tersebut, agar tecapai penyampaian informasi yang tepat sasaran.
KESIMPULAN
Dengan demikian dapat disimpukan bahwa perpustakaan harus mampu mempertimbangkan dan memutuskan bahan-bahan pustaka apa saja yang boleh dan tidak boleh dilayangkan kepada masyarakat. Kebijakan seleksi ini sudah jelas dapat menunjang kegiatan pengembangan koleksi. Dimana pengembangan koleksi dimaksudkan untuk membina bahan pustaka sesuai dengan kondisi perpustakaan dan masyarakat yang akan dilayani.
Kebutuhan informasi masyarakat yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya, dan sudut pandang kelompok pembaca yang berbeda-beda pula mengharuskan perpustakaan menyeleksi bahan pustaka yang akan dilayangkan. Melihat hal ini dapat dipastikan betapa seorang selektor memiliki peranan yang sangat penting di dalam pengembangan koleksi, dan tentu saja diperlukan pengetahuan yang sangat luas mengingat begitu beratnya tugas seorang selektor.
DAFTAR PUSTAKA
Noerhayati S. 1987. Pengelolaan Perpustakaan. Bandung : PT Alumni
Septyantono, Tri. 2003. Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Yogyakarta : IAIN Sunan Kalijaga
Sulistyo Basuki. 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
KONSEP-KONSEP DASAR PSIKOLOGI KOGNITIF
•October 31, 2008 • 4 CommentsKONSEP-KONSEP DASAR PSIKOLOGI KOGNITIF
A. Definisi Psikologi Kognitif
Psikologi kognitif adalah kajian studi ilmiah mengenai proses-proses mental atau pikiran. Proses ini meliputi bagaimana informasi diperoleh, dipresentasikan dan ditransfermasikan sebagai pengetahuan. Pengetahuan itu dimunculkan kembali sebagai petunjuk dalam sikap dan perilaku manusia. Oleh karena itu, psikologi kognitif juga disebut psikologi pemrosesan informasi.
B. Peran Psikologi Kognitif
Di dalam dunia psikologi, mempelajari psikologi kognitif sangat diperlukan, karena :
-
Kognisi adalah proses mental atau pikiran yang berperan penting dan mendasar bagi studi-studi psikologi manusia.
-
Pandangan psikologi kognitif banyak mempengarui bidang-bidang psikologi yang lain. Misalnya pendekatan kofnitif banyak digunakan di dalam psikologi konseling, psikologi konsumen dan lain-lain.
-
Melalui prinsiprinsip kognisi, seseorang dapat mengelola informasi secara efisien dan terorganisasikan dengan baik.
C. Faktor-Faktor Pendorong Berkembangnya Psikologi Informasi
Beberapa faktor pendorong berkembangnya psokologi informasi antara lain :
-
Penurunan popularitas psikologi behaviorisme karena psikologi tidak dapat menerangkan tingkah laku manusia secara komplek
-
Perkembangan konsep tentang kemampuan berbahasa yang dimiliki manusia.
-
Munculnya teori perkembangan kognitif dari Jean Piaget (ahli psikologi dari Swiss). Piaget mengemukakan beberapa hukum-hukum tentang kognitif, yaitu :
-
Setiap orang punya aspek kognitif, yang terdiri dari aspek-aspek struktural intelektual.
-
Perkembangan kognitif adalah hasil interaksi dari kematangan organisme dan pengaruh lingkungan.
-
Proses kognitif itu meliputi aspek persepsi, ingatan, pikiran, simbol-simbol, penalaran dan pemecahan persoalan.
-
Dalam psikologi kognitif, bahasa menjadi salah atu objek yang penting, karena merupakan perwujudan sikap kognitif.
-
Sisi-sisi kognitif dipengaruhi oleh lingkungan dan biologis
-
Aspek kognitif
-
Kematangan → Semakin bertambahnya usia, maka semakin bijaksana seseorang.
-
Pengalaman → hasil interaksi dengan orang lain.
-
Transmisi sosial → hubungan sosial dan komunikasi yang sesuai dengan lingkungan.
-
Equilibrasi → perpaduan dari pengalaman dan proses transmisi sosial.
Ada 2 sistem yang mengatur kognitif
-
Skema → antar sistem yang terpadu dan tergabung
-
Adaptasi, terdiri dari asimilasi dan akomodasi.
-
Asimilasi terjadi pada objek yang meliputi biologis (refleksi, keterbatasan kemampuan dll) dan kognitif (menggabungkan sesuatu yang sudah diperoleh)
-
Akomodasi terjadi pada subjek
-
4. Mengandung perkembangan pendekatan pemrosesan informasi, pendekatan ini bersal dari ilmu komunikasi dan komputer.
KONSEP-KONSEP DASAR PSIKOLOGI KOGNITIF BERKAITAN DENGAN INFORMASI
Ada dua konsep dasar psikologi kognitif, yaitu kognisi dan pendekatan kognitif.
A. Kognisi
Dalam istilah kognisi, maka psikologi kognitif dipandang sebagai cabang psikologi yang mempelajari proses-proses mental atau aktivitas pikiran manusia, misalnya proses-proses persepsi, ingatan, bahasa, penalaran dan pemecahan masalah.
Contoh-contoh yang berkaitan dengan informasi :
-
Proses-Proses persepsi
Ada seorang karyawan baru yang bekerja di suatu perusahaan yang tingkat profesionalismenya kurang. Di situ, baik karyawan yang rajin maupun yang malas mendapat gaji yang sama. Setelah lama beradaptasi di kantor itu, karyawan beru tersebut memiliki persepsi bahwa dia tidak perlu bekerja dengan sungguh-sungguh karena tidak akan berpengaruh pada gajinya.
-
Ingatan
Kemampuan mengingat informasi dari membaca tentunya akan lebih lama dari hanya sekedar mendengar. Karena dengan membaca, pikiran / otak kita akan bekerja lebih keras untuk memahami dan menyimpan informasi tersebut. Sedangkan dengan mendengar, kita hanya mengandalkan telinga, asalkan kita hafal. Bahkan kadang-kadang tanpa pemahaman.
-
Bahasa
Informasi akan lebih mudah kita pahami dan kita mengerti, apabila bahasa yang digunakan sesuai dengan bahasa kita, maka informasi itu akan lebih maksimal kita gunakan. Karena otak / pikiran kita mampu mencerna inti informasi tersebut.
-
Penalaran
Seseorang yang memiliki penalaran secara baik akan dapat memperoleh informasi yang berkaitan dengan masalah tersebut, tidak hanya dari satu sisi saja. Tapi dapat diperoleh dari bagian lain, karena suatu masalah biasanya yang hanya memiliki indikasi.
-
Persoalan
Sikap dan perilaku manusia dapat mencerminkan masalah yang sedang dihadapi. Sikap dan perilaku ini, apabila digabungkan dengan informasi yang sudah ada, maka dapat menciptakan suatu solusi.
B. Pendekatan Kognisi
Sebagai suatu pendekatan maka psikologi kognitif dapat dipandang sebagai cara tertentu di dalam mendekati berbagai fenomena psikologi manusia. Konsep ini menekankan pada peran-peran persepsi, pengetahuan, ingatan, dan proses-proses berpikir bagi perilaku manusia.
Contoh yang berkaitan dengan informasi
-
Peran-Peran persepsi
Orang yang berpersepsi / berpikir bahwa kegagalan adalah sukses yang tertunda, dia akan selalu berusaha untuk mencoba lagi, walaupun dia ridak tahu kapan dia akan berhasil. Karena dipikirannya semakin dia mencoba, semakin banyak informasi yang didapat, maka tingkat kesalahan dapat diminimalisir / dihindari. Hal ini menjadikannya sebagai pribadi yang sabar dan ulet.
-
Pengetahuan
Orang yang banyak pengetahuan, biasanya lebih mengerti dan dapat mengelola informasi dengan cepat, karena dia tahu bagaimana cara mendapatkan informasi yang cepat, tepat, murah dan efisien.
-
Proses-Proses Berpikir
Jenjang pendidikan, lingkungan sekitar serta cara hidup mempengaruhi proses-proses dan pola berpikir kita. Orang yang berpendidikan tinggi, hidup di lingkungan berpendidikan dan cara hidup yang modern, biasanya akan mencari suatu informasi dengan cara yang berbasis teknologi yang lebih cepat dan praktis. Ini karena mereka telah dibentuk menjadi pribadi yang modern dengan cara berpikir yang cepat.
Perubahan Pola Makan
•October 29, 2008 • Leave a CommentAku tinggal di Surabaya sudah 2 tahun lebih sejak agustus tahun 2006. Dalam kurun waktu 2 tahun itu banyak perubahan yang aku alami, mulai dari perubahan logat bahasa sampai dengan perubahan pola makanan yang saat ini mulai mengganggu aktivitasku.
Aku adalah orang asli Bali yang amat menyukai makanan pedas, kata orang Bali makanan itu kalau tidak pedas tidak enak. Karena itulah sejak kecil aku terbiasa makan masakan Ibuku yang memang pedas. Masakan Bali tidak seperti masakan di Jawa yang biasanya manis. Perbedaan tersebut sangat terlihat pada bumbu masakan di Jawa yang pada umumnya terdiri dari cabai, bawang merah, bawang putih dan lengkuas saja. terkadang cabai pun diganti dengan merica.
Semenjak tinggal di Surabaya perutku mulai tidak tahan dengan masakan Bali yang pedas. Makan sambal sedikit saja aku sudah merasakan gejala sakit perut, bibir kering, mata kunang-kunang, badan panas dingin, hal itu sudah biasa kurasakan setelah makan lalapan favoritku. Yah gejala diare kukenal semenjak di Surabaya.
Lalapan memang sangat enak dan menggoda untuk disantap, tapi aku harus menahan godaan untuk melahap ayam goreng dengan sambal yang pedas. Jangan sampai aku tidak bisa kuliah hanya gara-gara diare. Tapi jangan pernah meyepelekan penyakit diare, karena apabila dia sudah meyerang sakitnya akan tidak tertahankan. Saranku adalah minum air putih yang banyak, dan usahakan untuk meminum teh yang pahit tanpa es. Dan yang terpenting jangan minum-minuman yang mengandung susu atau kopi. Kalau frekuansi ke belakang tetap tinggi maka segeralah ke rumah sakit untuk berobat. Ingat jangan menganggap remeh DIARE!!!
Hohohoho….kok jadi membahas diare, bukannya pola makanan, hehehehehe…kadek emang suka selingkuh tema^^




Just comment